Teknik Cara Mandulkan Telur Hama

Teknik Cara Mandulkan Telur Hama


Teknik Cara Mandulkan Telur Hama - Posting artikel yang akan admin tulis kali ini adalah mengenai teknik cara memandulkan telur hama secara organik maupun membuat ovusida organik yang adalah kelanjutan dari artikel yang telah admin posting dihari yang lalu.

Adapun teknik cara membuat ramuan buat memandulkan telur hama secara organik (ovusida organik) sangatlah sederhana yakni :

1. Bahan dan alat :

- Bahan pembuatan perekat organik

- Cuka makan 100 ml

- Alkohol 50 ml

2. Proses Pembuatan :

Seluruh bahan dicampur jadi satu, kemudian di blender sampai benar-benar tercampur (homogen).

3. Cara Pemakaian :

Campurkan 1 resep diatas dengan 1 tangki semprot (14-17 liter) air, lalu semprotkan secara merata pada seluruh permukaan tanaman terutama pada permukaan bawah daun. Resep ini khusus utuk tanaman padi, jika untuk tanaman lain jumlah cuka perlu dikurangi.

Sebelumnya admin mohon maaf, karena admin belum sempat menguji coba kedua resep diatas (membuat perekat organik dan memandulkan telur hama secara organik). Jadi informasi hasil sangat kami tunggu jika rekan-rekan  blog ini ada yang telah mencoba kedua resep tersebut.

Semoga artikel yang sangat sederhana ini bisa memberi inspirasi dan bisa berguna buat rekan-rekan petani Indonesia.

Semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman.

READ MORE >>>

Sayur Labu Kaya Akan Serat

Sayur Labu Kaya Akan Serat


Sayur Labu Kaya Akan Serat - Beraneka varian labu diantaranya 40 jenis labu, ayok berkenalan dengan enam di antaranya yang paling dikenal dan berserat banyak.

Di antara 40 jenis labu, mari berkenalan dengan enam di antaranya yang paling populer dan berserat banyak.

* Labu Air
Teksturnya keras, warna kulit kehijauan, dan daging buah berwarna putih. Sebagian orang membuat manisan kering dari labu ini, tetapi labu air juga enak dibuat sebagai campuran saus tomat dan masakan, seperti gulai labu atau sayur labu. Labu jenis ini mengandung getah yang lebih banyak dibanding labu lain. Karena itu, kupaslah labu di bawah air mengalir.

* Butternut Squash
Rasa dan warnanya mirip dengan labu kuning, tetapi bentuknya oval dengan tekstur daging buah lebih lembut. Sangat cocok dijadikan aneka dessert, seperti puding, cake, atau kolak.

* Courgette
Sangat populer di dapur Eropa dan Timur Tengah. Labu yang masih muda sangat cocok digunakan dalam masakan. Labu ini sangat lezat jika diisi dengan daging, dibuat setup sayuran, campuran salad, ataupun ditumis dengan seafood.

* Labu Mi
Bentuknya mirip dengan labu kuning, tetapi jika dipotong, akan tampak daging buahnya terurai seperti mi. Semakin tua labu, maka tekstur daging buahnya akan semakin padat menyerupai mi. Labu ini sangat enak dibuat aneka puding, kue, atau diolah menjadi sayuran, dipanggang dengan daging ataupun ditumis.

* Kabucha
Labu asal Jepang ini di pasaran ada dua jenis, yaitu acorn squash berbentuk oval dan kabucha bulat. Labu ini sangat nikmat dibuat menjadi beragam masakan, seperti sup, tumis sayuran, atau hidangan penutup.

* Labu Kuning
Nama lainnya labu parang atau pumpkin dan paling sering digunakan dalam masakan. Sebut saja kolak, sup, cake, kue talam, dan kue lumpur. Teksturnya yang lembut dengan rasa sedikit manis sangat cocok dipadupadankan dengan beragam bahan.

Tips:

Pilih jenis labu yang sesuai dengan kebutuhan dan memiliki tingkat kematangan yang cukup. Semakin tua, maka labu akan semakin "gempur" (padat) dan daging buah semakin lembut. Labu yang masih muda memiliki tekstur yang lembek dan mengandung banyak getah sehingga jika diolah menjadi masakan, hasilnya akan hancur seperti bubur dan tidak ada rasanya.

Potong labu menjadi beberapa juring agar mudah dikupasnya. Sebab, labu yang tua akan memiliki kulit yang sedikit keras. Kemudian dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan dan dicuci sampai bersih dengan air mengalir.

Walau sudah dipotong, labu termasuk bahan makanan yang tahan lama. Baiknya, simpan labu dalam kulkas atau dapat juga disimpan di ruang terbuka dengan ditutupi plastik.

READ MORE >>>

Info Cara Buat Kunir Madu Obat Sakit Maag

Info Cara Buat Kunir Madu Obat Sakit Maag


Selamat bagi para petanti indonesia!!! Semoga diberikan kesehatan yang berlimpah buat sobat-sobat taniternakbudidaya seluruhnya. Tapi bila sekarang ini ada rekan, sahabat, teman blog ini yang sendiri tengah menderita sakit maag tidak usah kuatir, kali ini admin akan memberikan resep/ ramuan kunir madu yang sangat jitu buat atasi sakit maag.

Kenapa admin bilang sangat jitu……..

Sebab admin sudah mempraktekan sendiri resep kunir madu buat maag tersebut. Beberapa orang sudah tertolong dengan resep tersebut. Yang tadinya merasakan perut panas, sakit melilit, terasa mual dan kembung dapat berkurang dan bahkan sembuh. Tergantung keyakinan kita dan ketelatenan kita.

Resep tersebut bukan sekedar uji coba admin, namun admin dapatkan dari seorang ahli pengobatan tradisional dari daerah pekalongan yang saat itu sedang mengobati istri teman admin yang kena maag kronis. Dari dokter umum hingga dokter spesialis dalam sudah dia kunjungi, akan tetapi hasilnya nol. Berbagai macam obat yang diberikan nggak bereaksi sama sekali justru membikin gelisah dan sulit tidur.  Bahkan ada obat kalau gak salah namanya “ ranitidin ” bila diminumkan justru membuat lambung istri teman admin perih dan semakin mual.

Tidak usah panjang lebar, bila hendak mencoba silahkan mudah-mudahan berjodoh dengan penyakit maag yang rekan-rekan derita :

* Bahan dan Alat :

Kunir empu (kunir yang tua, atau umbi kunir) kalau dipotong biasanya berwarna kuning tua.
Madu (sesuai dengan judul)
Gula pasir
Air mendidih
Parut
Gelas
Sendok makan
Saringan

*Cara membuat :

- Parut kunir empu tersebut kira-kira 2-3 empu
- Sambil marut kunir rebus air kira-kira setengah gelas
- Peras kunir dan ambil airnya kira-kira 2 sendok makan (jangan dikasih air)
- Masukkan madu satu sendok
- Masukkan gula pasir sekitar sepucuk sendok
- Aduk-aduk sampai rata
- Tambahkan air mendidih kira-kira 75 ml (1/3 gelas kecil atau gelas belimbing)
- Aduk-aduk sampai rata
- Minum hangat-hangat pagi sebelum sarapan dan sore sebelum makan malam
- Lakukan selama 5 hari saja.

Demikian resep kunir dan madu untuk mengatasi penyakit maag. Semoga Allah memberi kesembuhan dari penyakit maag yang rekan-rekan derita.

READ MORE >>>

Cara Kendalikan Ulat Kantung Albasia

Cara Kendalikan Ulat Kantung Albasia


Cara Kendalikan Ulat Kantung Albasia - Sejahtera bagi seluruh petani di indonesia !!  Beberapa tahun terakhir ini hama ulat kantung atau nama lainnya dalam bahasa jawa disebut Pteroma plagiophleps sudah banyak menyerang tanaman albasia atau sengon di daerah pureokerto dan sekitarnya. Hal ini memicu beberapa pekebun sengon rugi besar disebabkan tanaman sengon yang belum siap panen jadi merana.  Yah…. Ujian untuk petani sengon yang selama bertahun-tahun belum menemui permasalahan yang berarti.

Berbagai usaha sudah dilaksanakan oleh para petani buat mengatasi hama ulat kantong pada tanaman albasia tersebut. Berbagai cara dan berbagai pestisida sudah dipakai namun banyak yang gagal sebab ulat tersebut berlindung di balik kantung yang berlilin.  Bila menyerang pada pesemaian maupun pada tanaman muda masih dapat dikendalikan dengan cara manual atau pemangkasan bagian tanaman sengon atau albasia yang terserang hama ulat kantong tersebut. Namun bila tanaman albasia telah sangat tinggi bagaimana caranya ……  Mau dipangkas mesti memanjat sangat tinggi, mau di semprot aduh…… pasti sulit sekali, bisa-bisa kita yang mandi pestisida. Jangan kuatir buat sobat-sobat blog tani ternak budidaya yang saat ini tengah menghadapi permasalahan hama ulat kantong pada tanaman albasianya admin akan berbagi tips cara mengendalikannya.

Sebab hama ini letaknya sangat tinggi dan dilindungi oleh kantong maka dua hal utama yang butuh kita cermati ialah cara aplikasi insektisidanya dan menentukan insektisida apa yang tepat. Menurut pengalaman admin, dengan memperhatikan dua hal tersebut  hama ulat kantung pada tanaman albasia bisa dikendalikan. 

Caranya  :

Disebabkan letaknya sangat tinggi dan dilindungi kantong bila disemprot dengan insektisida ulatnya tentu hanya akan tertawa. Karena hal tersebut sudah diperhitungkan oleh si ulat. Menurut admin kerjakan aplikasi insektisida dengan cara penginfusan. Namun beberapa pengalaman dilapangan Bila di bor tanaman albasia akan mengeluarkan blendok dan kadang akan terserang jamur busuk batang. Maka sebaiknya dikerjakan dengan cara melukai dengan parang pada pangkal batang (Supaya tidak merusak kayu tanaman). Dapat juga dengan cara memotong sebagian akar maupun melukainya kemudian menyiramkan insektisida pada luka tersebut.
Pemilihan insektisidanya tidak boleh sembarangan, karena dibutuhkan insektisida yang bisa menjalar keatas dan diserap tanaman maka dibutuhkan insektisida dengan cara kerja sistemik. Jangan yang kontak. Sebagai contoh yang harganya murah dan mantap adalah bahan aktif dimehipo atau fipronil.
Demikian sedikit tips dari admin di Gerbang Pertanian tentang cara kendalikan hama ulat kantung pada tanaman albasia. Admin berharap semoga info ini dapat bermanfaat bagi sobat-sobat yang membaca blog ini.

READ MORE >>>

Teknik Tips Budidaya Kakao

Teknik Tips Budidaya Kakao


Teknik Tips Budidaya Kakao - Tumbuhan cokelat di Indonesia pertama kalinya dikembangkan pada tahun 1921 dan berkembang pesat di daerah-daerah pulau Jawa. Kini tanaman cokelat telah tersebar di seluruh Indonesia. Perkembangan cokelat sangat pesat, sebab semakin bertambahnya kebutuhan akan tanaman jenis itu, baik buat konsumsi dalam negeri maupun ekspor.

Tanaman Kakao adalah tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Namun bila faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, juga faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah.

PT. Natural Nusantara berusaha membantu petani kakao agar mampu meningkatkan produktivitasnya agar dapat bersaing di era globalisasi dengan program peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas, berdasarkan konsep kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

* Syarat tumbuh
Jika kita hendak mengembangkan budidaya tanaman cokelat yang perlu diperhatikan ialah daerah tanam ketinggiannya tidak lebih dari 800 meter di atas permukaan air laut, dengan suhu 30º C – 32º C (maksimum) dan 18º C – 21º C (minimum) dengan pH 5,6 – 7,2 serta daerah yang bercurah hujan 1100 mm/tahun – 3000 mm/tahun.

1. Persiapan Lahan

Bersihkan alang-alang dan gulma lainnya
Gunakan tanaman penutup tanah (cover crop) terutama jenis polong-polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides & C. caeraleum untuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan
Gunakan juga tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia, tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao (1 : 3)

2. Pembibitan 

Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur
Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok
Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan
Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari
Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan
Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag
Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP / SP-36 ke dalam tiap-tiap polibag
Benih dapat digunakan untuk bibit jika 2-3 hari berkecambah lebih 50%
Jarak antar polibag 20 x 20 cm lebar barisan 100 cm
Tinggi naungan buatan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga sinar masuk tidak terlalu banyak
Penyiraman bibit dilakukan 1-2 kali sehari
Penyiangan gulma melihat keadaan areal pembibitan
Pemupukan dengan N P K ( 2 : 1 : 2 ) dosis sesuai dengan umur bibit, umur 1 bulan : 1 gr/bibit, 2 bulan ; 2 gr/bibit, 3 bulan : 3 gr/bibit, 4 bulan : 4 gr/bibit. Pemupukan dengan cara ditugal. Siramkan POC NASA dengan dosis 0,5 - 1 tutup/pohon diencerkan dengan air secukupnya atau semprotkan dengan dosis 4 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali

Penjarangan atap naungan mulai umur 3 bulan dihilangkan 50% sampai umur 4 bulan. Amati hama & penyakit pada pembibitan, antara lain ; rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih, dan ulat api. Jika terserang hama tersebut semprot dengan PESTONA dosis 6-8 tutup/tangki atau Natural BVR dosis 30 gr/tangki. Jika ada serangan penyakit jamur Phytopthora dan Cortisium sebarkan Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang selama + 1 minggu pada masing-masing pohon

3. Penanaman

a. Pengajiran
- Ajir dibuat dari bambu tinggi 80 - 100 cm
- Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya
- Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama

b. Lubang Tanam
- Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan
- Berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang

c. Tanam Bibit
- Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun
- Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa
- Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
- Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush)

4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon
b.Dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali. Dosis pupuk lihat dalam tabel di samping ini :


Dosis POC NASA mulai awal tanam :

0 – 24
2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 4 - 5 bulan sekali

> 24
3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 3 – 4 bulan sekali ( sesekali bisa juga disemprotkan ke tanaman )

Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :
- Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln, Dosis 3-4 tutup/ pohon
- Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali, Dosis 3-4 tutup/ pohon

Catatan: Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

5. Pengendalian Hama & Penyakit

Ulat Kilan ( Hyposidea infixaria; Famili : Geometridae ), menyerang pada umur 2-4 bulan. Serangan berat mengakibatkan daun muda tinggal urat daunnya saja. Pengendalian dengan PESTONA dosis 5 - 10 cc / liter.
Ulat Jaran / Kuda ( Dasychira inclusa, Familia : Limanthriidae ), ada bulu-bulu gatal pada bagian dorsalnya menyerupai bentuk bulu (rambut) pada leher kuda, terdapat pada marke 4 dan 5 berwarna putih atau hitam, sedang ulatnya coklat atau coklat kehitam-hitaman. Pengendalian dengan musuh alami predator Apanteles mendosa dan Carcelia spp, semprot PESTONA.

Parasa lepida dan Ploneta diducta (Ulat Srengenge), serangan dilakukan silih berganti karena kedua species ini agak berbeda siklus hidup maupun cara meletakkan kokonnya, sehingga masa berkembangnya akan saling bergantian. Serangan tertinggi pada daun muda, kuncup yang merupakan pusat kehidupan dan bunga yang masih muda. Siklus hidup Ploneta diducta 1 bulan, Parasa lepida lebih panjang dari pada Ploneta diducta. Pengendalian dengan PESTONA.

Kutu - kutuan ( Pseudococcus lilacinus ), kutu berwarna putih. Simbiosis dengan semut hitam. Gejala serangan : infeksi pada pangkal buah di tempat yang terlindung, selanjutnya perusakan ke bagian buah yang masih kecil, buah terhambat dan akhirnya mengering lalu mati. Pengendalian : tanaman terserang dipangkas lalu dibakar, dengan musuh alami predator; Scymus sp, Semut hitam, parasit Coccophagus pseudococci Natural BVR 30 gr/ 10 liter air atau PESTONA.

Helopeltis antonii, menusukkan ovipositor untuk meletakkan telurnya ke dalam buah yang masih muda, jika tidak ada buah muda hama menyerang tunas dan pucuk daun muda. Serangga dewasa berwarna hitam, sedang dadanya merah, bagian menyerupai tanduk tampak lurus. Ciri serangan, kulit buah ada bercak-bercak hitam dan kering, pertumbuhan buah terhambat, buah kaku dan sangat keras serta jelek bentuknya dan buah kecil kering lalu mati. 

Pengendalian dilakukan dengan PESTONA dosis 5-10 cc / lt (pada buah terserang), hari pertama semprot stadia imago, hari ke-7 dilakukan ulangan pada telurnya dan pada hari ke-17 dilakukan terhadap nimfa yang masih hidup, sehingga pengendalian benar-benar efektif, sanitasi lahan, pembuangan buah terserang.

Cacao Mot ( Ngengat Buah ), Acrocercops cranerella (Famili ; Lithocolletidae). Buah muda terserang hebat, warna kuning pucat, biji dalam buah tidak dapat mengembang dan lengket. Pengendalian : sanitasi lingkungan kebun, menyelubungi buah coklat dengan kantong plastik yang bagian bawahnya tetap terbuka (kondomisasi), pelepasan musuh alami semut hitam dan jamur antagonis Beauveria bassiana ( BVR) dengan cara disemprotkan, semprot 
dengan PESTONA.

Penyakit Busuk Buah (Phytopthora palmivora), gejala serangan dari ujung buah atau pangkal buah nampak kecoklatan pada buah yang telah besar dan buah kecil akan langsung mati. Pengendalian : membuang buah terserang dan dibakar, pemangkasan teratur, semprot dengan Natural GLIO.
Jamur Upas ( Upasia salmonicolor ), menyerang batang dan cabang. Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang terserang dengan Natural GLIO+HORMONIK, pemangkasan teratur, serangan berlanjut dipotong lalu dibakar.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.


6. Pemangkasan

Pemangkasan ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik.
Pemangkasan ada beberapa macam yaitu :

Pangkas Bentuk, dilakukan umur 1 tahun setelah muncul cabang primer (jorquet) atau sampai umur 2 tahun dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan letaknya simetris.
Pangkas Pemeliharaan, bertujuan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan cara menghilangkan tunas air (wiwilan) pada batang pokok atau cabangnya.

Pangkas Produksi, bertujuan agar sinar dapat masuk tetapi tidak secara langsung sehingga bunga dapat terbentuk. Pangkas ini tergantung keadaan dan musim, sehingga ada pangkas berat pada musim hujan dan pangkas ringan pada musim kemarau.

Pangkas Restorasi, memotong bagian tanaman yang rusak dan memelihara tunas air atau dapat dilakukan dengan side budding.


7. Panen
Saat petik persiapkan rorak-rorak dan koordinasi pemetikan. Pemetikan dilakukan terhadap buah yang masak tetapi jangan terlalu masak. Potong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah. Pemetikan sampai pangkal buah akan merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga terganggu dan jika hal ini dilakukan terus menerus, maka produksi buah akan menurun. Buah yang dipetik umur 5,5 - 6 bulan dari berbunga, warna kuning atau merah. Buah yang telah dipetik dimasukkan dalam karung dan dikumpulkan dekat rorak. Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan siang hari. Pemecahan buah dengan memukulkan pada batu hingga pecah. Kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan dalam karung, sedang kulit dimasukkan dalam rorak yang tersedia.

8. Pengolahan Hasil
Fermentasi, tahap awal pengolahan biji kakao. Bertujuan mempermudah menghilangkan pulp, menghilangkan daya tumbuh biji, merubah warna biji dan mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak.

Pengeringan, biji kakao yang telah difermentasi dikeringkan agar tidak terserang jamur dengan sinar matahari langsung (7-9 hari) atau dengan kompor pemanas suhu 60-700C (60-100 jam). Kadar air yang baik kurang dari 6 %. Sortasi, buat memperoleh ukuran tertentu dari biji kakao sesuai permintaan. Syarat mutu biji kakao ialah tidak terfermentasi maksimal 3 %, kadar air maksimal 7%, serangan hama penyakit maksimal 3 % dan bebas kotoran.

Semoga artikel ini berguna bagi para pebudidaya tanaman kakao terima kasih.

READ MORE >>>