Info Teknik Pembenihan ikan Tawes

Info Teknik Pembenihan ikan Tawes


Pada artikel yang satu ini admin blog tani ternak budidaya ingin berbagi pengetahuan tentang info teknik pembenihan ikan tawes yang bahan posting kali ini diambil dari berbagai sumber di internet, oke langsung saja kita ulas sama sama yuk!

Penyediaan benih yang bermutu dalam jumlah cukup dan berkesinambungan adalah faktor penting dalam upaya pengembangan budidaya ikan untuk konsumsi.

Usaha pembenihan banyak dilaksanakan di Kabupaten Magelang, seperti di Desa Paremono Kecamatan Mungkid oleh karena didukung ketersediaan air cukup baik musim kemarau maupun penghujan. Disamping itu usaha pembenihan dirasa lebih rnenguntungkan karena waktu yang digunakan relatif singkat kurang lebih 3 minggu- 1 bulan, serta pemasarannya pun mudah.

Adapun pembenihan ikan tawes terdapat beberapa teknik yakni pembenihan ikan di kolam, pembenihan di sawah dan pembenihan di hapa. Berikut adalah teknik pembenihannya:

1. Pemilihan induk
Untuk mendapatkan benih yang berkualitas dan jumlah yang banyak dalam pembenihan Tawes perlu dipilih induk yang baik dengan ciri-ciri:

a. Letak lubang dubur terletak relatif lebih dekat ke pangkal ekor.
b. Kepala relatif lebih kecil dan meruncing.
c. Sisik-sisiknya besar dan teratur.
d. Pangkal ekor lebar dan kokoh.

Biasanya ikan tawes jantan mulai dipijahkan pada umur kurang lebih 1 tahun, dan induk tawes betina pada umur kurang lebih 1,5 tahun. Untuk mengetahui bahwa induk ikan tawes telah matang kelamin dan siap untuk dipijahkan dengan tandatanda sebagai berikut:

a. Induk betina
- Perutnya mengembang kearah genetal (pelepasan) bila dirabalebih lembek.
- Lubang dubur berwarna agak kemerah-merahan.
- Tutup insang bila diraba lebih licin.
- Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan kehitam-hitaman.


b. Induk jantan
Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan berwarna keputih-putihan (sperma).

Tutup insang bila diraba terasa kasar.
- Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan berwarna keputih-putihan (sperma).
- Tutup insang bila diraba terasa kasar.


2. Persiapan Kolam
Kolam pemijahan ikan tawes sekaligus merupakan kolam penetasan dan kolam pendederan. Sebelum dipergunakan untuk pemijahan, kolam dikeringkan.

Perbaikan pematang dan dasar kolam dibuat saluran memanjang (caren/kamalir) dari pemasukan air kearah pengeluaran air dengan lebar 40 cm dan dalamnya 20-30 cm.

3. Pelepasan Induk
- Induk ikan tawes yang telah terpilih untuk dipijahkan kemudian diberok, pemberokan dengan penempatan induk jantan dan betina secara terpisah selama 4-5 hari.
Setelah diberok kemudian induk ikan dimasukkan ke kolam pemijahan yang telah dipersiapkan.

- Pemasukan induk ke kolam pada saat air mencapai kurang lebih 20 cm.
- Jumlah induk yang dilepas induk betina 25 ekor dan induk jantan 50 ekor.
- Pada sore hari kurang lebih pukul 16.00 air yang masuk ke kolam diperbesar sehingga aliran air lebih deras.
- Biasanya induk ikan tawes memijah pada pukul 19.00-22.00.
- Induk yang akan memijah biasanya pada slang hari sudah mulai berkejar-kejaran di sekitar tempat pemasukan air.


4. Penetasan Telur
- Setelah induk ikan tawes bertelur, air yang masuk ke kolam diperkecil agar telur-telur tidak terbawa arus, penetasan dilakukan di kolam pemijahan juga.
- Pagi hari diperiksa bila ada telur-telur yang menumpuk di sekitar kolam atau bagian lahan yang dangkal disebarkan dengan mengayun-ayunkan sapu lidi di dasar kolam.
- Telur ikan tawes biasanya menetas semua setelah 2-3 hari.
- Dari ikan hasil penetasan dipelihara di kolam tersebut selama kurang lebih 21 hari.

5. Pemungutan Hasil Benih Ikan
- Panen dilakukan pada pagi hari
-  Menyurutkan/mengeringkan kolam.
- Setelah benih berada dikamalir/dicaren, benih ditangkap dengan menggunakan waring atau seser.

- Benih ditampung di hapa yang telah ditempatkan di saluran air mengalir dengan aliran air tidak deras.
- Benih lersebut selanjutnya dipelihara lagi di kolam pendederan atau dijual.


6. Pendederan
- Mula-mula kolam dikeringkan selama 2-3 hari.
- Perbaikan pematang, pembuatan caren/saluran.
- Dasar kolam diolah dicangkul, kemudian dipupuk dengan Urea & SP 36 10 gr/m2 dan pupuk kandang 1-1,5 kg/m2 tergantung kesuburannya.
- Sesudah kolam dipupuk kemudian diairi setinggi 2-3 cm dan dibiarkan 2-3 hari kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman 50 cm.
- Lalu benih ditebar di kolam pendederan dengan padat tebar 10-20 ekor/m2.
- Proses pemeliharaan dilakukan kurang lebih 3 minggu - 1 bulan.
- Kemudian bisa dipanen dan hasil benih dapat dijual atau ditebar lagi di kolam pendederan II.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca blog ini.
READ MORE >>>

Info Teknik Pembenihan Lele Dumbo


Pada posting kali ini admin blog tani ternak budidaya hendak membagikan pengetahuan tentang info teknik pembenihan lele dumbo yang bahan artikel kali ini diambil dari buku  dengan judul Budidaya Lele yang baru admin temukan di gramedia,Oke deh kita langsung saja ke bab 1 nya,

I. PENDAHULUAN
Salah satu hasil perikanan yang cukup populer di masyarakat adalah lele dumbo (Clarias gariepinus). Ikan ini berasal dari Benua Afrika dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1984. Sebab mempunyai berbagai kelebihan, menyebabkan, lele dumbo termasuk ikan yang paling mudah diterima masyarakat. Kelebihan tersebut diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tinggi, rasanya enak dan kandungan gizinya cukup tinggi. Maka tak heran, apabila minat masyarakat untuk membudidayakan lele dumbo sangat besar.

II. Sistematika
Philum Chordata, Kelas Pisces, Anak Kelas Telestei, Bangsa Ostariophysi, Anak Bangsa Siluridae, Suku Claridae, Marga Clarias dan Jenis Clarias gariepinus.

Bentuk tubuh memanjang, agak bulat, kepala gepeng, tidak bersisik, mempunyai 4 pasang kumis, mulut besar, warna kelabu sampai hitam. Lele dumbo banyak ditemukan di rawa-rawa dan sungai di Afrika, terutama di dataran rendah sampai sedikit payau. Ikan ini mempunyai alat pernapasan tambahan yang disebut abrorescent, sehingga mampu hidup dalam air yang oksigennya rendah.

Lele dumbo termasuk ikan karnivora, akan tetapi pada usia benih lebih bersifat omnivora. Induk lele dumbo sudah dapat dipijahkan sesudah berusia 2 tahun dan dapat memijah sepanjang tahun.
- Tanda induk betina: tubuh lebih pendek, mempu- nyai dua buah lubang kelamin yang bentuknya bulat.
- Tanda induk jantan: tubuh lebih panjang, mempunyai satu buah lubang kelamin yang bentuknya memanjang.


III. PEMBENIHAN
Saat ini lele dumbo sudah dapat dipijahkan secara alami. Namun demikian banyak orang yang lebih suka memijahkan dengan cara buatan ( disuntik ) karena penjadwalan produksi dapat dilakukan lebih tepat.

A. Pematangan Gonad
Pematangan gonad dilakukan di kolam seluas 50 - 200 m2 dengan kepadatan 2 - 4 kg/m2. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet sebanyak 3 persen/hari dari berat tubuhnya.

B. Seleksi Induk
- Seleksi bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan induk yang akan dipijahkan.
- Induk betina ditandai dengan perutnya yang buncit dan kadang-kadang apabila dipijit kearah lubang kelamin, keluar telur yang warnanya kuning tua.
- Induk jantan ditandai dengan warna tubuh dan alat kelaminnya agak kemerahan


C. Pemberokan
- Pemberokan dilakukan dalam bak seluas 4 - 6 m2 dan tinggi 1 m, selama 1 - 2 hari.
- Pemberokan bertujuan untuk membuang kotoran dan mengurangi kandungan lemak dalam gonad.
- Setelah diberok, kematangan induk diperiksa kembali.


D. Penyuntikan
- Induk betina disuntik dengan larutan hipofisa ikan mas sebanyak 2 dosis (1kg induk membutuhkan 2 kg ikan mas) dan jantan 1/2 dosis atau ovaprim 0,3 ml/kg.
- Penyuntikan dilakukan pada bagian punggung.


E. Pemijahan / Pengurutan
- Apabila akan dipijahkan secara alami, induk jantan dan betina yang sudah disuntik disatukan dalam bak yang telah diberi ijuk dan biarkan memijah sendiri.

- Apabila akan diurut, maka pengurutan dilakukan 8 - 10 jam setelah penyuntikan.

- Langkah pertama adalah menyiapkan sperma: ambil kantong sperma dari induk jantan dengan membedah bagian perutnya, gunting kantong sperma dan keluarkan. Cairan sperma ditampung dalam gelas yang sudah diisi NaCl sebanyak 1/2 bagiannya. Aduk hingga rata. Bila terlalu pekat, tambahkan NaCl sampai larutan berwarna putih susu agak encer.

- Ambil induk betina yang akan dikeluarkan telurnya. Pijit bagian perut ke arah lubang kelamin sampai telurnya keluar. Telur ditampung dalam mangkuk plastik yang bersih dan kering. Masukan larutan sperma sedikit demi sedikit dan aduk sampai merata. Tambahkan larutan NaCl agar sperma lebih merata. Agar terjadi pembuahan, tambahkan air bersih dan aduklah agar merata sehingga pembenihan dapat berlangsung dengan baik, untuk mencuci telur dari darah dan kotoran lainnya, tambahkan lagi air bersih kemudian dibuang. Lakukan 2 - 3 kali agar bersih.

- Telur yang sudah bersih dimasukkan kedalam hapa penetasan yang sudah dipasang di bak. Bak dan hapa tersebut berukuran 2 m x 1 m x 0,4 m dan sudah diisi air 30 cm. Cara memasukan, telur diambil dengan bulu ayam, lalu sebarkan ke seluruh permukaan hapa sampai merata. Dalam 2-3 hari telur akan menetas dan larvanya dibiar- kan selama 4-5 hari atau sampai berwarna hitam.


E. Pendederan
~ Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva, yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir
~ Pengapuran dilakukan dengan melarutkan kapur tohor kedalam tong, kemudian disebarkan ke seluruh pematang dan dasar kolam. Dosisnya 250 - 500 g/m2.
~ Pemupukan menggunakan kotoran   ayam dengan dosis 500 - 1.000 gr/m2.. Kolam di isi air setinggi 40 cm dan setelah 3 hari, disemprot dengan organophosphat 4 ppm dan dibiarkan selama 4 hari.
~ Benih ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 100 - 200 ekor/m2.
~ Pendederan dilakukan selama 21 hari. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa tepung pelet sebanyak 0,75 gr/1000 ekor.


IV. PENYAKIT
Penyakit yang sering menyerang lele dumbo adalah Ichthyopthirius multifiliis atau lebih dikenal dengan white spot (bintik putih). Pencegahan, dapat dilakukan dengan persiapan kolam yang baik, terutama pengeringan dan pengapuran. Pengobatan dilakukan dengan menebarkan garam dapur sebanyak 200 gr/m3 setiap 10 hari selama pemeliharaan atau merendam ikan yang sakit ke dalam larutan Oxytetracyclin 2 mg/l.

Demikianlah moga moga info dari blog tani ternak budidaya ini bisa membantu Anda sekalian pencari informasi mengenai perikanan, atau bila anda masih ingin disini Anda juga bisa melihat posting dengan judul Jenis-Jenis Usaha Perikanan Yang Patut Diketahui,  Metode Deteksi Dini Sakit Mulut Dan Kuku Pada Hewan Ternak Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih.

READ MORE >>>

Pertanian Modern Dalam Konsep

Pertanian Modern Dalam Konsep


Pada postingan kali ini admin blog tani ternak budidaya akan memahas mengenai pertanian modern dalam konsep, konsep ini Sejak mula dikembangkannya pertanian di bumi ini, konsep pertamanya merupakan pemenuhan kebutuhan pangan manusia. Dicarilah berbagai cara supaya makanan yang ada di bumi ini tetap lestari dan tidak habis. Kehidupan purba memulainya dengan ditandainya perubahan pola hidup dari berladang dan berpindah menjadi menetap di suatu daerah. 

Pada konsep mula-mula ini, pertanian menjadi sektor dasar yang adalah pijakan dari sektor-sektor lain karena ini memang suatu ‘fitrah’ dari sektor berbasis sumber daya seperti pertanian. Hal ini menyebabkan pertanian terintegrasi cukup baik ke dalam kebijakan ekonomi makro. Oleh karena itu, pada tataran konsep dasar ini, pertanian bisa berkembang pesat. Bahkan negara-negara yang memiliki basis sumber daya kuat seperti Indonesia bisa mencapai swasembada pangan. Dalam Arifin (2004), Pada era 1970-an Indonesia cukup berhasil membangun fondasi atau basis pertumbuhan eekonomi yang baik sesudah pembangunan pertanian terintegrasi cukup baik ke dalam kebijakan ekonomi makro. Hasil besar yang secara nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat banyak adalah terpenuhinya kebutuhan pangan secara mandiri (swasembada) pada pertengahan 1980-an.

Lalu berlanjut kekonsep selanjutnya yang mulai berkembang, yakni konsep pemuliaan spesies pertanian yang mencari varietas-varietas yang memiliki keunggulan tersendiri dan lebih menguntungkan manusia. Konsep ini muncul sebagai bagian dari peningkatan kualitas setelah adanya peningkatan kuantitas dari konsep pertama. Didapatlah varietas-varietas dengan keunggulan tertentu, seperti enak rasanya, banyak hasil panennya dalam sekali masa tanam, menghasilkan daging atau susu yang banyak dan berkualitas, dan tahan terhadap hama dan penyakit.

Kedua konsep ini bisa dikatakan sebagai konsep dasar pertanian yang walau berubah seperti apapun kehidupan di muka bumi ini, kedua konsep akan terus dipakai. Kini, konsep pertanian modern bukan hanya membahas usaha untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia dan pemuliaan spesies pertanian, tetapi sudah lebih ke arah bagaimana cara optimalisasi usahatani untuk menghasilkan bahan pangan yang bermutu, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. 

Di dalamnya juga termasuk usaha peningkatan teknologi pertanian agar pertanian berjalan lebih efektif dan efisien. Inilah perkembangan konsep pertanian selanjutnya. Konsep ini merupakan penggabungan dari dua konsep awal yang terkesan berjalan sendiri-sendiri Pada awalnya terlihat kurang adanya keterkaitan yang erat antara riset dan pengembangan teknologi pertanian dengan peningkatan hasil panen di lapangan. Seiring berjalannya waktu mulai ada harmonisasi keduanya dan hal ini sudah mulai terlihat di tahun 2008 ini. Triwulan II 2008 ini PDB sektor pertanian meningkat 5,1% dari Triwulan I. Hal ini seiring dengan tingginya nilai ekspor hasil pertanian periode Januari-Juni 2008 yang meningkat 50,13% dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Inilah bukti dari optimalisasi usahatani di Indonesia berhasil. Tingginya nilai ekspor hasil pertanian indonesia juga menandakan bahwa kualitas produk pertanian kita sudah sesuai dengan standar kualitas internasional. Baiknya kualitas dan kuantitas produk pertanian Indonesia merupakan hasil dari konsep pertanian modern yang diterapkan di Indonesia.

Konsep optimalisasi usahatani ini dijabarkan oleh sebuah sistem terpadu yang mampu melingkupi semua sektor, termasuk industri, dan mengaitkannya menjadi sebuah rantai perekonomian Indonesia. Sistem ini merupakan penerapan dari konsep pertanian modern, yaitu agribisnis. Sistem agribisnis merupakan sistem yang terdapat keterkaitan erat antar subsistem agribisnis mulai dari hulu hingga jasa penunjang dan menopang satu sama lain. Sistem agribisnis merupakan konsep yang lebih konkrit dan komprehensif untuk pengembangan sektor pertanian ke arah yang lebih baik. Dengan adanya sistem ini, pengembangan komoditas-komoditas pertanian Indonesia pun menjadi lebih fokus karena setiap komoditas memiliki subsistem agribisnis yang berbeda-beda. Sistem ini juga mampu menggerakkan pemerintah untuk lebih giat mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap pertanian rakyat dan dunia perbankan agar lebih ‘ramah’ terhadap petani dalam hal kredit karena keduanya masuk sebagai salah satu subsistem agribisnis, yaitu subsistem jasa penunjang yang bergerak bersama-sama subsistem yang lainnya.

Setelah perjuangan penuh manusia untuk merancang konsep pertanian modern untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tanpa batas, kini berkembang lagi konsep pertanian baru yang semakin menunjukkan kebutuhan manusia yang tanpa batas. Pengembangan sektor pertanian ke arah yang lebih lanjut adalah untuk usaha pemenuhan energi. Sumber daya alam yang semakin terbatas, terutama sumber energi, membuat manusia kembali mengandalkan pertanian sebagai penghasil sumber energi alternatif. Belakangan sudah dikembangkan biofuel di Brazil dengan memanfaatkan tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas) dan sudah mulai dikembangkan pula oleh negara lain.

Semua hal diatas mengenai konsep pertanian berhubungan erat dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang tanpa batas. Padahal, sumber daya yang tersedia sudah pasti ada batasnya dan suatu saat akan habis. Untuk kepentingan yang sangat vital inilah sektor pertanian kini sudah terpolitisasi. Apalagi di Indonesia yang mayoritas warganya berlatar belakang pertanian atau berhubungan dengan sektor pertanian.

Pangan pada hakikatnya akan selalu diperlukan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh sebab itu, sektor pertanian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari suatu negara. Tabiat manusia yang kebutuhannya tanpa batas harus dikendalikan semaksimal mungkin karena alam mempunyai keterbatasan. Bila hal itu tidak sesegera mungkin dilaksanakan, bukan tidak mungkin manusia akan punah sebelum waktu yang ditentukan-Nya.

READ MORE >>>

Kegunaan Segitiga Pengaman Untuk Hewan Ternak Anda

Kegunaan Segitiga Pengaman Untuk Hewan Ternak Anda

DiTanah air musim hujan umumnya berlangsung awal bulan Oktober hingga Maret setiap siklus, sehingga tindakan persiapan bisa diantisipasi sebelumnya, kecuali bila kita berhadapan dengan gejala El Nino atau La Nina.

Gejala alam yang kedua ditandai dengan molornya musim hujan. Apa yang butuh disiapkan? Yakni segitiga pengaman dalam kesehatan hewan, terdiri dari : sanitasi, imunisasi dan medikasi.

Sanitasi merupakan tindakan menjaga kebersihan kandang dan lingkunganya buat membunuh bibit penyakit sebelum menginfeksi ternak.

Imunisasi merupakan tindakan pengebalan tubuh apabila bibit penyakit lolos dari pembersihan bibit penyakit dengan sanitasi. Medikasi atau pengobatan adalah tindakan akhir apabila bibit penyakit lolos dari sanitasi maupun tidak dapat ditahan dengan zat kebal.

Kotoran ternak, sisa pakan dan limbah rumah tangga merupakan media yang baik untuk tumbuhnya bibit penyakit. Sehingga kandang dan lingkunganya harus dibersihkan. Seringkali kita tidak yakin mengenai hasil tindakan sanitasi ini, karena kita tidak dapat melihat langsung bibit penyakitnya.

Bakteri,virus,protozoa,dan telur cacing parasit ukurannya mikroskopis. Keyakinan melaksanakan peperangan denga bibit penyakit ini harus ditanamkan dalam diri peternak.

Alat dan bahan sanitasi sangat mudah diperoleh. Sapu lidi, sekop dipergunakan untuk membersihkan kandang. Desinfektan akan membunuh bibit penyakitbaik bakteri maupun virus.
Kapur merupakan bahan desinfektan yang baik. Selain menghambat pertumbuhan bibit penyakit juga berfungsi menurunkan kelembaban udara di musim hujan.

Imunisasi secara rutin biasanya dilakukan untuk kekebalan terhadap penyakit. Bibit penyakit di kandang dan lingkungannya dapat dibunuh,tetapi kita tidak dapat menjaga burung liar yang sesekali hinggap di atap, kayu bangunan kandang, bahkan ikut makan bersama.

Penularan melalui vektor semacam ini tidak dapat dihindari. Inilah pentingnya tindakan vaksinasi.

Pengobatan sebagai tindakan terakhir apabila ternak sudah terserang penyakit harus segera dilakukan. Pengetahuan tentang gejala penyakit yang sudah diuraikan di atas penting untuk diketahui.

Untuk peternak ayam komersial bisa dipercaya tindakan pengobatan dan pengontrolan penyakit ternak lebih intensif bahkan super intensif. Tetapi bagi peternak semi komersil atau ukuran rumah tangga, tindakan ini sering tidak dilakukan.

Padahal pengobatan ini tidak terlalu mahal dibandingkan dengan harga ternaknya. Oleh sebabnya sebaiknya kematian ternak butuh ditekan dengan ketiga cara tersebut diatas. Yang terpenting ialah kemauan untuk bertindak.

READ MORE >>>

Metode Deteksi Dini Sakit Mulut Dan Kuku Pada Hewan Ternak Anda

Metode Deteksi Dini Sakit Mulut Dan Kuku Pada Hewan Ternak Anda

Sakit mulut dan  kuku merupakan sakit akut yang diderita hewan peternakan dan sangat menular pada kambing, sapi, kerbau, domba dan hewan berkuku genap lainnya.

Tanda tanda hewan terkena Infeksi terdapatnya pembentukan lepuh, lekuk koroner kaki dan puting susu.

Kerugian akibat penyakit ini ialah susutnya berat badan, turunnya produksi susu, kelambatan pertumbuhan, kehilangan energi, kemerosotan harga jual. Penyebab dari penyakit ini adalah virus.

Keganasan virus tergantung dari umur hewan dan adaptasi ke suatu jenis hewan. Virus akan tahan berbulan-bulan pada jaringan seperti darah, sumsum, limfa. Sedangkan pada jaringan daging virus cepat mati karena cepat mengalami pengasaman.

Virus tidak tahan terhadap pH asam dan alkalis, panas, sinar ultraviolet dan beberapa zat kimia dan desinfektan.

Virus bisa tahan berbulan–bulan pada bahan yang mengandung protein, tahan kekeringan dan dingin.

Masa inkubasi 14 hari, penyebaran lewat kontak dengan hewan penderita, sekresi, atau lewat susu, daging. Penularan biasanya melalui alat pernafasan dan alat pencernaan.

Gejala penyakit menyerang adalah tubuh lesu, suhu tubuh mencapai 41 celcius, nafsu makan berkurang, enggan berdiri, penyusutan berat badan, penurunan produksi susu.

Tanda-tanda khas : lepuh-lepuh berupa penonjolan bulat yang berisi cairan seperti limfa. Lepuh primer mulai terlihat 1-5 hari setelah infeksi dapat tersebar di ruang mulut, terutama lidah sebelah atas, bibir sebelah dalam, gusi, selaput lendir mata.

Luka-luka pada kaki menyebabkan hewan enggan berdiridan kuku dapat terlepas, sedang luka pada lidah menyebabkan hewan enggan makan.

Gangguan lainnya : gangguan pernafasan kronis, infeksi kronis pada kuku.
Kelainan yang terjadi pasca kematian terjadi lepuh pada bagian perut, mulut dan bisa terjadi kelainan pada jantung.

Cara pencegahannya yang sering dilakukan ialah dengan memberikan vaksinasi secara berkala pada hewan ternak. Vaksinasi akan memberi kekebalan pada hewan ternak selama 4 bulan -1 tahun. Dianjurkan bagi peternak untuk menyediakan alokasi dana untuk pengobatan ternak.

Lebih baik mencegah penyakit datang daripada harus menanggung kerugian yang sangat besar bila penyakit sudah menyerang dan mengakibatkan kematian.

READ MORE >>>